Alasan orang tidak mengambil KPR rumah syariah


Anda muslim? tapi kok tidak mengambil rumah sesuai dengan syariah?

Mendengar kalimat "Rumah Syariah" atau "Perumahan Syariah" mungkin sudah tidak asing lagi bagi sahabat fillah akhir-akhir ini. Alhamdulillah dewasa ini jumlah rumah syariah di seluruh Indonesia khususnya di Jabodetabek sudah menjalar dan menyebar, tetapi apakah mayoritas pemeluk islam yang telah mengetahui tentang rumah syariah ini lantas mengambil rumah dengan menggunakan sistem ini?

Banyak pencari rumah yang beragama islam belum benar-benar paham akan konsekuensi melakukan transaksi riba, hal ini tentu dikarenakan lingkungan kita yang memang sudah terbiasa dengan praktek ribawi, sehingga hal-hal yang berbau riba sudah tidak lagi menjadi perhatian. 

Beberapa alasan seorang muslim yang tetap mengambil KPR Bank meski sudah mengetahui banyaknya rumah syariah dilingkungan mereka:


1. Tak perduli, Cuek
Seorang muslim yang memiliki sifat tidak perduli terhadap aturan agamanya. Bagaimana mungkin seorang yang dalam kesehariannya saja tidak menjalankan perintah agamanya seperti sholat lima waktu dapat begitu perhatian ketika mendengar kata-kata riba walaupun kita telah memberitakan mengenai ngerinya dosa riba. Seorang muslim yang seperti ini kemungkinan besar tidak akan perduli dengan KPR rumah syariah terkecuali dia telah mengalami masalah dengan BI cheking.

2. Tidak mengetahui dosa riba
Banyak muslim yang setelah mengetahui adanya KPR rumah syariah tetapi tetap mengambil KPR konvensional. kenekatan mereka biasanya didasarkan tidak tahunya dosa riba, setahu mereka dosa riba ya seperti dosa kecil lainnya. Baca juga mengenai dosa riba

3. Tidak mengerti definisi Riba
Banyak muslim yang baru mengenal definisi riba pada covernya nya saja, sehingga kadang-kadang mereka kurang paham mana riba mana bukan. Mereka tetap mengambil rumah dengan KPR konvensional karena menurut pendapat mereka KPR rumah syariah juga sama saja dengan KPR konvensional,  mereka berpendapat demikian karena mereka merasa bahwa KPR syariah ternyata lebih membebani mereka dibandingkan dengan KPR konvensional, atau KPR rumah syariah lebih memberatkan dibanding KPR konvensional.
Perlu diketahui, berat atau tidak berat, membebani atau tidak bergantung siapa yang memandang. pandangan si A dengan si B tentu berbeda mengenai apakah sistem ini memberatkan atau tidak. Tetapi yang harus diketahui adalah Bahwa kita selaku umat Islam wajib untuk mengikuti segala aturan yang telah diperintahkan oleh Allah ta'ala, karena Allah lah yang lebih tahu mana yang lebih adil buat hamba-hambanya.

4. Tidak mengetahui sistem Mu'amalah Islam
Seorang muslim yang taat biasanya mereka menghindari dari segala bentuk yang dilarang oleh Allah ta'ala termasuk riba. Biasanya mereka menggunakan KPR Bank Syariah dalam pemenuhan kebutuhan tempat tinggalnya, hal ini kerena mereka menganggap bahwa KPR dengan Bank Syariah sudah baik dan bebas dari riba.
Alasan diatas tentu tidaklah tepat semua, karena pada Bank syariah masih ada sistem ghoror. lihat perbedaan KPR Bank Syariah vs KPR Syariah

Keuntungan KPR Rumah Syariah:

- Menjauhi dari proses yang dilarang Allah SWT yaitu RIBA
- Membuat hidup lebih tentram dan nyaman tanpa bayang-bayang riba
- Jika terjadi musibah di kemudian hari, dan tidak dapat meneruskan cicilan, rumah tidak disita atau denda, tetapi dapat bernegosisi dengan owner mengenai permasalahan tersebut.
- Rumah lebih barokah
- Tanpa BI cheking
- Proses cepat
- Tanpa Asuransi yang bersifat ghoror



Load disqus comments

0 komentar